Manusia-Manusia Besar (bagian 1)

Tulisan ini saya cukil dari Buku Rekayasa Sosial Karya Jalaludin Rakhmat yang menurut saya ide dari tulisan beliau sangat hebat, bermain dengan logika dan fakta-fakta. Tulisan ini saya bagi menjadi 2 bagian, dengan alasan supaya kesannya tidak terlalu berat.

Muhammad

ilustrasi

Teori tentang great individuals (manusia-manusia besar yang mengubah sejarah) dikemukakan oleh beberapa orang. Thomas Carlyle, misalnya adalah penulis buku Heroes and Hero Worshipers (Para Pahlawan dan Pemujaan Pahlawan). Menurutnya, sejarah adalah biografi manusia besar “history of the world is biography of the great man”. Pada salah satu bagian, dia menulis tentang Rasulullah, The Hero as The Prophet, Pahlawan Sebagai Nabi. Pada bagian ini Carlyle mengutip sebuah puisi:

Bagi bangsa Arab

Kelahiran Muhammad adalah kelahiran dari kegelapan menuju kepada cahaya

Arabia untuk pertama kalinyahidup karena kehadirannya

Bangsa-bangsa gembala yang miskin yang terasing di sahara sejak terciptanya dunia

Seorang nabi pehlawan dikirimkan kepada mereka

Dengan firman yang mereka percaya

Lihat bagaimana gembala-gembala yang tak dikenal menjadi penguasa dunia

Bangsa yang kecil tumbu menjadi bangsa yang besar

Dan dalam satu abad sesudah itu Arabia memanjang sejak Granadha sampai New Delhi

Cemerlang dalam segala cahaya dan kebesaran

Arabia menyinari abad-abad yang penjang pada bagian besar dunia

Imam memang besar dan memberikan kehidupan

Sejarah satu bangsa menjadi tumbuh subur

Menaikkan jiwa besar segera setelah bangsa itu percaya pada orang Arab

Orang ini – Muhammad – dan satu abad saja

Bukankah itu sebuah percikan yang jatuh dari langit

Kepada dunia padang pasir yang tidak dikenal dan kelabu

Dan lihatlah padang-padang pasir itu berubah menjadi amunisi yang meledak

Dan sinarnya naik ke langit sejak Delhi hingga Granadha

“And he said: The great man always acts like a thunder. He storm the skies, while others are waiting to be stormed”. Aku katakan bahwa manusia besar selalu seperti halilintar yang membelah langit, dan menusia yang lain hanya menunggu dia seperti kayu bakar. Jadi, manusia besar seperti percikan api yang membakar kayu bakar kemudian meledak dan mengubah sejarah dalam waktu yang singkat.

About ariefzulkipli

Pembelajar dibidang sosiologi, menyukai logika dan positivisme.

Posted on December 5, 2015, in Populer and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: