Perbedaan Konflik Status dengan Konflik Peran

Pada pembahasan sebelumnya, sudah kita bahas mengenai status dan peranan. Nah, kali ini akan kita perdalam lagi mengenai konflik status dan konflik peran yang dibeberapa kasus agak susah dibedakan.

Konflik status terjadi jika individu dalam masyarakat yang memiliki lebih dari satu status dan harus memilih status itu dalam waktu yang bersamaan. Konflik status dapat dibedakan atas :

  1. Konflik status perorangan, artinya yang dirasakan oleh orang yang bersangkutan dalam batinnya sendiri.Contoh : seorang hakim yang mengadili kerabatnya sendiri karena melanggar hukum.
  2. Konflik status yang bersifat antarkelompok, misalnya peraturan yang dibuat oleh suatu instansi tetapi merugikan institusi lain.
  3. Konflik status antarperorangan, misalnya konflik antar suami isteri karena persoalan pendidikan anaknya.

Sedangkan konflik peran, terjadi apabila seseorang merasa dirinya tertekan dalam membawakan peran yang disandangnya. Jenis konflik peran adalah sebagai berikut :

  1. Konflik dalam satu peran, yaitu suatu konflik yang terjadi karena seorang individu dalam waktu yang sama harus melakukan peranan yang berbeda.Misalnya, seorang rohaniawan dalam ketentaraan, ia berdoa demi kedamaian tetapi juga harus mempertahankan semangan prajurit untuk menang dengan membunuh lawan di pertempuran. Contoh lainnya adalah seorang montir atau pedagan yang mengalami konflik kepentingan dalam batinnya antara jujur terhadap pelanggan atau mencari keuntungan besar.
  2. Konflik karena berbagai peran yaitu konflik yang melibatkan individu lebih dari satu. Contohnya seorang polisi yang diperintahkan untuk menahan saudaranya karena pelanggaran hukum.

Jadi, terdapat perbedaan yang mendasar bukan? Intinya, konflik status terjadi jika ada 2 status yang harus dijalani oleh individu dalam waktu bersamaan, sedangkan konflik peran terjadi jika terdapat 2 peran dalam satu status yang harus dipilih oleh individu.

About ariefzulkipli

Pembelajar dibidang sosiologi, menyukai logika dan positivisme.

Posted on November 14, 2012, in Pembelajaran, Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: